arsip | wedsite | other blog | kirim sms

17.10.03  

blog dari cafe-net fisip. lumayan rame juga nih. tapi kok aku ngantuk ya, sebab semalem tidurnya juga udah larut. hmm..dan pagi-pagi juga udah harus anter ke gambir, sebab mau pergi ke bandung. hmm..skr ngantuk banget nih.

tadi pagi, ngisi acara pelatihan nurani di fkm. lumayan banyak juga yang datang. tapi senang kok, bisa kasih motivasi buat mereka supaya menulis. :) eh. tapi pake acara ketinggalan jaket segala nih. jadinya harus balik lagi buat ambil itu jaket, dan pake acara kehujanan pulak. :)

ngantuk euy.

Irfan Toni H | 3:09 PM |


16.10.03  

BBC NEWS | Africa | Talking computers boost Ghana's blind

In a small, tidy air-conditioned room with about 10 computers, the users have headphones on, but their heads aren't bobbing to an MP3 download of the latest Afro-Jazz hit.

hmm...teknologi buat bantu orang yang tuna netra. aku pengen bisa bikin yang kayak gitu. :) semoga.

Irfan Toni H | 4:55 PM |
 

capek. beneran capek. ada banyak kerjaannya. bill nya juga naik nih. dduh, gimana ya? pusing nih?

Irfan Toni H | 4:38 PM |


15.10.03  

Web wizards weave their magic

Former Apple veteran Bruce "Tog" Tognazzini argues that the secrets of successful websites are the same as those of successful magicians.

hmm..katanya kalau mau bikin web yang bagus, harus ngikutin cara-cara yang dipake sama sulap? ah yang bener? ntar ada banyak yang hilang dong?

Irfan Toni H | 5:52 PM |
 

Getting lost in the translation

Relying on online translation tools can be a risky business, especially if you expect too much of it. For the time being, might translation be something best left to the humans?

Irfan Toni H | 5:51 PM |
 

hmm...berangkat agak telat krn harus ke percetakan. lama juga, sampe jam 11-an. hiks..proyek dari farhan ngga dapat karena keduluan sama punya bosnya. hmm...dduh, gagal deh.

Irfan Toni H | 3:57 PM |


14.10.03  

wah, kemarin jalan-jalan ketemu anak-anak sunrise di kemanggisan sampe jam 7. capek juga. padahal sebelumnya dah ke tempat farhan buat cek komputer dan cd rom. udah gitu makan disana. farhan lama banget meetingnya sampe bosen. huh, dasar bapuk.

semalem aku nonton dumb and dumberer. tapi nga terlalu lucu, sebab bukan jim carrey. hiya. ngantuk pula disana. udah gitu nulis lagi deh buat saksi. ini dia.

Keindahan

Keadaan kantor, sore itu begitu sengang. Orang-orang telah bersiap pulang, meja mereka pun telah bersih dari kertas-kertas kerja. Alat-alat tulis telah kembali ke tempatnya, komputer dan printer telah dimatikan dari saklarnya. Sesaat sebelum sebagian pekerja menuju tempat absensi, tiba-tiba direktur memanggil mereka semua. "Silahkan ke ruang rapat, ada satu hal yang akan saya sampaikan," terdengar suara dari balik pintu ruang utama.

Setelah semuanya berkumpul, sang direktur pun mulai berbicara. "Sudah lama kita tak mengadakan penyegaran, dan tiga hari lagi akhir pekan". Aku ingin kalian pergi ke air terjun "Bianglala" di pinggir kota. Nanti, pihak kantor yang akan menanggung semua biayanya." Terlihat wajah-wajah gembira disana. Pemimpin perusahaan itu memang dikenal sebagai orang yang baik. "Tapi sayang, aku tak bisa ikut dengan kalian. Karenanya, saya mau kalian yang akan menceritakan perjalanan kesana…" Lelaki itu kembali tersenyum, dan membubarkan pertemuan singkat itu.

Singkat cerita, pergilah sejumlah pegawai untuk berwisata. Daerah yang mereka kunjungi memang begitu permai. Pemandangannya indah, dengan tampilan gugusan bukit dan pegunungan yang sentosa. Walaupun jalan setapak yang dilalui berliku-liku, naik-turun, namun hal itu tak pernah membuat mereka lelah. Apalagi, setelah mereka bertemu dengan air terjun Bianglala yang terkenal itu. Seluruh rasa letih terobati. Mereka pun kini tengah bersenang-senang, menikmati pemandangan alam yang sangat menakjubkan.

"Aku ingin membuat kejutan buat Pak Direktur," terdengar suara seseorang. "Aku bawa alat perekam suara, dan akan ku rekam suara air terjun ini, supaya dia bisa merasakan juga suara deburannya" Ada beberapa pegawai yang tersenyum setuju, sementara ada pula yang menertawakan tindakan temannya. Mereka lebih memilih mengambil gambar saja. Setelah hari menjelang sore, mereka pun berkemas-kemas, bersiap untuk pulang. Pekan depan, mereka akan membawa semua pengalaman itu ke kantor.

"Mana oleh-oleh cerita buat saya?" Tanya pak direktur ramah. Maka, meluncurlah sejumlah cerita dari beberapa pegawai. Mereka tampak saling melengkapi, menambah semangat pak direktur untuk mendengarkan. "Saya juga ada rekaman suara air terjun itu pak," cetus salah seorang. Tangannya sibuk memencet alat perekam, namun sesaat kemudian, tak terdengar suara apapun dari sana. Hanya ada suara gemerisik tiada arti. "wah, ceritanya gagal pak. Pasti bapak tidak bisa merasakan indahnya suara air terjun disana. Alat ini sepertinya tidak bekerja dengan sempurna." Ada nada sesal disana. Pegawai itupun mulai mengeluh, dan kesal pada alat itu.

"Sebentar. Sebentar, tunggu dulu jangan dimatikan. Aku bisa mendengarnya." Suasana senyap. Pak direktur meletakkan tangan di telinganya. "Dengar, tidakkah kalian dengar suara-suara air terjun? Ya..ya, begitu indah. Ohh…ada suara pipit pula disana. Indah sekali." Orang-orang tampak bingung, namun juga tersadarkan. Walaupun tak mendengar apapun dengan telinga "lahir" mereka, sesungguhnya, pak direktur sedang mendengarkan dengan telinga "batin". Mereka semua pun tampak tersenyum, menikmati keindahan-keindahan itu dengan perasaan batin mereka.

***

Saya percaya, keindahan adalah sesuatu yang universal. Keindahan adalah sesuatu yang disepakati oleh banyak orang. Sama halnya dengan kedamaian dan ketentraman, keindahan juga dapat pula ditularkan, dibagikan, dengan tanpa mengurangi jumlahnya sedikitpun. Keindahan adalah sesuatu yang tak habis. Semakin banyak orang yang menikmatinya, semakin banyak pula rasa itu akan bertambah.

Namun, adakah keindahan alam itu menjadi milik pribadi? Adakah pesonanya hanya dipunyai oleh orang-orang tertentu saja? Saya percaya, sekali lagi, bahwa keindahan adalah sesuatu yang universal. Apakah orang-orang yang tuna netra tak dapat merasakan indahnya pancaran surya? Apakah orang-orang yang tuna runggu tak bisa menikmati alunan nada angin? Adakah mereka yang tak punya tangan dan kaki, tak pernah menjamah hangatnya pasir dan lembutnya sutra? Saya percaya, mereka semua pernah merasakannya, walau dengan cara yang berbeda.

Teman, keindahan--sama halnya dengan kehidupan--adalah sesuatu yang erat dengan perasaan. Keindahan, adalah hal yang seringkali harus dinikmati dengan batin, bukan saja fisik. Rasa, dan bukan hanya raba. Simak, dan bukan saja dengar.

Untuk mengapresiasikan keindahan, memang butuh sesuatu yang lebih dari sekedar yang fisik. Adakah kita mampu menyimak suara alam, tanpa telinga? Menjejak hangatnya pasir pantai, tanpa kaki? Memandang pancaran surya, tanpa mata?

Irfan Toni H | 11:26 AM |


13.10.03  

blog dari tempat farhan nih. lumayan cepet juga ya. :)

Irfan Toni H | 1:15 PM |