My Small Dream
Hmm...this is my simple and small dream


22.3.02  

hmm....kejadian tadi pagi, menghambat semua pekerjaanku. pikiran nggak tenang, ya Allah.....

By irfan | 3:15 PM >>
 

hmm....kejadian tadi pagi, menghambat semua pekerjaanku. pikiran nggak tenang, ya Allah.....

By irfan | 3:15 PM >>
 

Kenapa ya, kok dia lakukan itu lagi kepadaku. Entah, aku nggak tahu kenapa, seakan sudah begitu rendahnya kah jika ada orang lain yang tahu aku temannya, dan aku dekat dengannya?

Ya Allah. Padahal, berita ini penting untuk diberitahu, dan darimana aku dapat info yang jelas, sedangkan dia tidak memperbolehkanku untuk mengecek langsung ke sumber beritanya. Aku coba telp rumah Mbak Yenni, tapi tidak ada yang angkat. Lalu, gimana aku bisa mencari tahu. Apakah aku harus mengaku tahu sendiri, dan berkata infonya datang dari langit? Ya Allah, kenapa sampai begitu ya?

Kenapa aku tidak boleh mengatakan seperti itu? Ini sudah yang kesekian kalinya aku merasakan hal ini. Mbak Yenni sekarang ada di rumah sakit, anaknya meninggal dalam kandungan 7 bulan. Semoga, operasi caesarnya lancar dan selamat.

By irfan | 2:45 PM >>
 

Kwatrin Tentang Sebuah Poci

Pada keramik tanpa nama itu
kulihat kembali wajahmu
Mataku belum tolol, ternyata
untuk sesuatu yang tak ada

Apa yang berharga pada tanah liat ini
selain separuh ilusi?
Sesuatu yang kelak retak
dan kita membikinnya abadi

[Goenawan Mohamad, 1973]

By irfan | 2:41 PM >>


21.3.02  

Nemu Puisi Hujan Bulan Juni disini

Sapardi Djoko Damono

"Hujan Bulan Juni"

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu


"Aku Ingin"

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


"Pada Suatu Hari Nanti"

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari


By irfan | 12:04 PM >>
 

Pagi ini, aku sempat bertemu dengannya di Yahoo. She's not feeling happy today. Her friends had just ignored her.

Ah, aku mendoakan, semoga dia diberikan kemudahan dan kekuatan dalam bekerja. Aku percaya, dia mampu melakukan itu. Dia wanita yang kuat, hanya kadang perlu untuk di dengarkan. Hmm...N, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenang.

By irfan | 11:33 AM >>
 

Hiya..pagi2 udah datang. Hmm..upload berita.

By irfan | 8:45 AM >>


20.3.02  

Eh masih disini. Nggak tau nih. Ah udah ah, skr mau beneran pulang. Di kantor tadi siang ada makan siang gratis.

By irfan | 8:42 PM >>
 

Udah ah, kayaknya mau pulang aja. Mau nulis, mau ngerjain laporan, mau bikin desain, mau banyak hal deh.

By irfan | 7:53 PM >>
 

Hari ini, aku tetap tak tahu harus melakukan apa. Ada banyak yang aku kerjakan. Hmmm...entahlah.

Kalau saja boleh ada wanita lain selain ibuku yang hadir dalam hati ini, biarkan dia yang mengisinya. Aku merasa, Allah telah menunjukkanku kepadanya, dan memberikan kecondongan perasaanku padanya, dan aku merasa, Allah telah menunjukkan jalan-Nya lewat dirinya. ya Allah mudahkan jalan ini.

By irfan | 7:52 PM >>
 

Aku ingin menjadi orang yang bisa dipercaya baginya. Aku ingin. Akankah?

By irfan | 7:49 PM >>
 

Selasanya sih pengen punya banyak rencana, tapi entah kenapa karena malas banget sampai sekarang nggak sempat ke YKAI. Adduh, gimana dong.

Ada sesuatu yang nggak enak terjadi. Awalnya gimana ya, aku cuma ingin kasih komentar atas tulisan dia di milis peduli hati. Eh, tapi kok disalahartikan dengan sekedar ingin memuji saja. Hmm...gimana ya, seakan aku ini hanya ingin menyenangkan hatinya. Aku ingin membahagiakannya, tapi yang pertama adalah, aku hanya ingin jujur dengan apa yang aku rasakan. Kalau emang tulisan itu bagus, kenapa harus di bilang jelek?

Entahlah. Mungkin lain jawabannya kalau orang lain yang mengatakannya. Apakah aku tidak boleh jujur? Aku mungkin sempat menduga akan demikian responnya. tapi, aku harus tetap berusaha untuk belajar. BELAJAR. ya, belajar untuk memahaminya dan mendengarkannya dengan lebih baik. Mungkin, telingaku kurang peka untuk mendengarkannya. Maafkan.

Aku jadi teringat pada satu syair puisi dari Sapardi Djoko Damono, dalam Hujan Bulan Juni, bunyinya begini:

"...aku ingin menangis lirih saja sambil berlari di antara lorong itu, dan menerobos rintik hujan yang berderai disana..."

Ya, aku ingin menangis lirih saja, lirih, biar tak ada orang yang mendengar. Tak ada orang yang tahu perasaanku kepadanya. Aku ingin membiarkan airmata ini mengalir pelan, ya pelan saja. Aku ingin membiarkan airmata ini berkelok-kelok di pipi dan kubiarkan mengalir tanpa menghapusnya hingga lama. Aku tak ingin menangis meledak-ledak, atau menangis sejadi-jadinya. Aku hanya ingin menangis lirih saja. Lirih, sunyi, dan dalam isak yang diam-diam.

Aku ingin berlari sambil melewati lorong panjang itu, dan tetap membiarkan airmataku mengalir bersama derai hujan. Biarkan saja. Biarkan aku melepasnya. Biarkan aku bersama derai dan rintik hujan disana. Bukankah, ini sebuah sinonim tentang perasaan yang terluka? Entahlah, aku selalu gagal. Kenapa aku selalu tak bisa menjadi seseorang yang dapat dipercaya baginya.

By irfan | 7:46 PM >>
 

Udah dua hari nggak ngisi blog. Hmm..mau mulai dari mana ya? Senin kemarin sih, biasa aja, ketemu sama Mbak Chandra dan ngomongin masalah skripsi dan praktikum di kampus. Katanya sih, pembimbing bisa ketemu dengan Mbak Debby, tapi dia udah nggak mau, jadinya mungkin tetap sama Mbak Chandra. Pulangnya, malah nomat bareng Wawut, nonton film Ice Age.

Wah, sampe rumah malam banget, tapi udah kenyang karena sempat makan bakmi Margonda. Hehehe.

By irfan | 7:37 PM >>


18.3.02  

Skr aku mau berangkat ke kampus.

By irfan | 8:53 AM >>
 

Ada beberapa kerjaan lain, tapi belum selesai. Prioritas harus dilaksanakan.

By irfan | 8:28 AM >>
 

Senin pagi, aku udah ada di kantor. Pengen ke kampus, dan ngasih laporan ke Mbak Chandra. Harus datang pagi-pagi ke kantor supaya bisa upload lebih cepat. Skr sih udah selesai.

By irfan | 8:26 AM >>
 

Sorenya, aku ngerjain tugas dan laporan praktikum. Hmm..dia udah pulang, tapi kenapa ya, kok jadi agak BT. Mungkin karena dia masih capek sehabis perjalanan kemarin. tapi, kok aku jadi nggak enak membebaninya dengan tugas dari ku. Waktu aku mau tanya tentang jumlah halaman yang di fax ke kantor, jawabannya bikin aku tambah nggak enak. Seakan, aku mau minta tolong lagi, dan akan membebani dia.

Pernah nggak sih percaya, kalau ada satu ucapan kecil saja, bisa membekas begitu dalam? Ya, aku percaya, karena aku sering mengalaminya. Kuharap, dia bisa mengerti. Aku akan tetap berusaha memahami dan mendengarkannya. Amin.

By irfan | 8:24 AM >>
 

Ahad. Akhirnya semalam, aku mabit di kantornya Saksi, sebab mbantuin si Rizqul mbenerin komputer disana, sekalian mau ambil honor. Wah, banyak nyamuk. Tidur cuma sebentar. No SMS from her.

By irfan | 8:21 AM >>
 

Sabtu pagi. Mandi sebentar, lalu berangkat mau lihat Islamic Book Fair. Berangkat kesana, eh ketemu banyak temen. Ada Nisa sama Kak Uwi, Bayu, Ozi, Mbak Sulis, Novi sama suaminya, Tegas, Ade Kurniawan, Akbar, anak2 TGP, wah pokoknya banyak deh. Aku disana beli Capingnya GM, dan beberapa buku lainnya. Eh, tapi disana itu penuh banget, panas lagi sebab nggak ada AC nya. Wah..kenapa ya? Sewanya tambah mahal kali ye?.

Pulang nya kehujanan, langsung LQ. Hmm...kayaknya she 's not LQ today. Dduh, kenapa ya? Ya, iyalah khan dia masih ada di Puncak. Sayang bener khan. Dduh, semoga dia baik2 saja. Nelpon Novi, dan dapat kabar serupa.

By irfan | 8:19 AM >>
 

Alhamdulillah, bisa ngisi blog lagi. Ada banyak yang mau di ceritain. Tapi bertahap deh. Pertama, hari Jumat lalu aku cuma sebentar ada di rumah. pergi ke pameran komputer, lihat-lihat disana, beli CHIP dan PCMCIA ethernet. Tapi sampe skr belum keterima itu barang. Pulangnya malam banget, jam 10-an deh. Eh, ternyata she'is in Puncak, sedang menikmati jagung bakar dan pemandangan disana.

Hua, jadi ngiri pengen ikutan. Katanya sih disana kedinginan, berkabut pula. Wah, kasihan jadinya, sebab dia nggak bawa jaket or seater. Hmm...hope she well.

By irfan | 8:15 AM >>
Tempo Doeloe
Pranala
SMS